Bantaeng, 12 April 2026 – Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui inovasi Peduli Kampung ASI (PEDULI KASI), salah satunya melalui kegiatan pembibitan tanaman katuk di Desa Bonto Marannu. Bibit katuk ini dipersiapkan untuk dibagikan kepada ibu hamil sebagai bagian dari intervensi gizi berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Tanaman katuk dikenal memiliki banyak manfaat, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui. Selain kaya akan zat besi, vitamin A, dan antioksidan, katuk juga dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Oleh karena itu, pemanfaatan katuk menjadi salah satu strategi sederhana namun efektif dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi.
Melalui kegiatan pembibitan ini, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi yang mudah diakses dan berkelanjutan. Bibit yang telah disiapkan nantinya akan dibagikan kepada ibu hamil agar dapat ditanam dan dimanfaatkan secara mandiri di rumah.
Selain dikonsumsi sebagai sayur bening, daun katuk juga dapat diolah menjadi berbagai makanan sehat, salah satunya puding katuk yang kaya nutrisi dan mudah dibuat.
Contoh Resep Puding Katuk:
Bahan:
- Segenggam daun katuk segar
- 1 bungkus agar-agar plain
- 500 ml air
- 100 ml santan
- 3–4 sendok makan gula (sesuai selera)
- Sejumput garam
Cara membuat:
- Cuci bersih daun katuk, lalu rebus sebentar hingga layu.
- Haluskan daun katuk dengan sedikit air, kemudian saring untuk diambil sarinya.
- Campurkan sari katuk, air, agar-agar, santan, gula, dan garam dalam panci.
- Masak sambil diaduk hingga mendidih.
- Tuang ke dalam cetakan, lalu biarkan dingin hingga mengeras.
- Sajikan sebagai makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil dan menyusui.
Dengan adanya inovasi pembibitan katuk ini, PEDULI KASI tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga solusi nyata yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Diharapkan, langkah ini mampu meningkatkan kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi serta mendukung keberhasilan program ASI eksklusif dan pencegahan stunting sejak dini.