Bantaeng – Inovasi Peduli Kampung ASI (PEDULI KASI) terus menghadirkan langkah nyata dalam meningkatkan status gizi masyarakat melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pemberian PMT berupa puding katuk dan telur puyuh bagi ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik (KEK), balita gizi kurang, serta balita dengan berat badan kurang.
Puding katuk dipilih sebagai salah satu menu PMT karena memiliki kandungan gizi yang baik dan mudah diterima oleh sasaran. Daun katuk dikenal kaya akan zat besi, vitamin A, vitamin C, protein nabati, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak. Selain itu, katuk juga dikenal membantu meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui.
Selain puding katuk, pemberian telur puyuh juga menjadi bagian penting dalam PMT ini untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Protein hewani sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan balita dalam mendukung pertumbuhan jaringan tubuh, perkembangan otak, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Kombinasi antara pangan nabati dan hewani ini diharapkan mampu memberikan asupan gizi yang lebih seimbang.
Bagi ibu hamil dengan kondisi KEK, asupan tambahan seperti puding katuk dan telur puyuh sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi selama masa kehamilan. Sementara bagi balita gizi kurang dan berat badan kurang, PMT ini menjadi salah satu bentuk intervensi untuk mendukung perbaikan status gizi serta mencegah risiko stunting sejak dini.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga disertai edukasi kepada ibu dan keluarga mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang, pemanfaatan pangan lokal, serta pemberian ASI eksklusif sebagai fondasi kesehatan anak.
Melalui dukungan tenaga kesehatan, bidan dusun, kader Posyandu, dan Kelompok Peduli ASI, program ini dilaksanakan secara berkelanjutan agar intervensi yang diberikan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan ibu dan anak.
Pemberian PMT berbasis puding katuk dan telur puyuh ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan bahan pangan lokal dapat menjadi solusi sederhana namun efektif dalam meningkatkan gizi keluarga. Diharapkan, kegiatan ini terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen PEDULI KASI dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang sehat serta berkualitas.